Kamis, 11 Desember 2014

Pengacara Tionghoa jujur, Bantu Pembenci China lolos dari MAUT


Jika di masa kini pengacara top Indonesia kerap bergaya perlente, bahkan menampilkan kemewahan, jangan harap perilaku serupa ditunjukkan oleh almarhum Yap Thiam Hien. Pengacara peranakan Tionghoa ini kesohor karena hanya mau mendampingi klien yang dianggapnya pantas dibela. Alhasil, dia lebih sering menjadi pengacara kaum miskin.

Karena mengedepankan kejujuran, termasuk pantang menyuap hakim, akhirnya Yap sering kalah di pengadilan. Firma hukumnya kurang laris. Bahkan pengacara yang dikenal penganut Kristen Protestan taat ini, boleh dibilang hidup pas-pasan. Dia malah lebih aktif mengurusi Lembaga Pembela Hak-hak Asasi Manusia (LPHAM) yang didirikan bersama beberapa pengacara idealis pada 29 April 1966.

Pria kelahiran Banda Aceh, 25 Mei 1913 ini menyebut prinsip utamanya bekerja sebagai pengacara adalah 'fiat justitia ruat coelum'. Artinya, keadilan harus tegak, walau langit runtuh sekalipun.

Tak hanya mendampingi orang miskin, Yap membuktikan prinsip hidup itu dengan membela orang yang secara ideologis jelas-jelas berseberangan.

Tercatat, Yap bersedia membela Rahmat Basoeki Soeropranoto, pelaku pengeboman kantor cabang PT Bank Central Asia (BCA) di Pecenongan dan Glodok, Jakarta, pada 1984. Rahmat dikenal sebagai aktivis anti etnis China, dan tergabung dengan beberapa organisasi Islam.

Pria awalnya bekerja sebagai bankir itu beralih jadi ekstremis karena menganggap warga dari etnis minoritas terlalu lama dibiarkan menguasai perekonomian, sehingga meminggirkan kelompok pribumi.

Rahmat mengatakan, awalnya dia dan pengusaha Tashrif Tuasikal, geram melihat kekejaman Orde Baru membantai umat muslim dalam peristiwa Tanjung Priok pada 1984. Dia ditawari Tashrif membantu dana buat meledakkan Depo minyak Plumpang milik PT Pertamina. Tapi BCA akhirnya jadi sasaran, karena sang pemilik waktu itu, Soedono Salim, dianggap simbol etnis China penindas pribumi lewat ekonomi.

Rahmat yang bersimpati, iuran Rp 500.000 kepada rekannya itu untuk membeli peledak. Uang itu termasuk untuk mengajak beberapa orang lain melaksanakan aksi terorisme tersebut.

"Masalah dominasi ekonomi etnik China adalah masalah jati diri dan harga diri bangsa yang maha penting, yang harus dicarikan jalan keluar secara adil dan terhormat," kata Rahmat dalam buku otobiografinya, saat menjelaskan mengapa sangat membenci etnis peranakan.

Akibat perbuatannya, dalam sidang 18 April 1985, jaksa menuntut Rahmat hukuman mati. Selain menewaskan tiga orang, Rahmat dan kawan-kawan dianggap berniat memicu gerakan anti etnis China, bahkan disebut-sebut sudah ada manifesto buat melempari rumah warga Tionghoa dengan batu sebagai aksi susulan. Selain itu, dia dan kelompok pegiat muslim dituduh jaksa mau menggulingkan Presiden Suharto.

Di saat itulah Yap datang memperkuat tim pengacara Rahmat. Itu atas ajakan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang menangani kasus terorisme tersebut. Pelaku peledakan kantor BCA itu mulanya enggan dibela seorang pengacara Tionghoa. Tapi, akhirnya dia bersedia, karena tim LBH meyakinkannya bahwa tidak ada pengacara lain di Indonesia akan lebih gigih membelanya supaya terhindar dari hukuman mati, kecuali Yap.

Walau kliennya seorang pembenci China, Yap tak peduli. Dalam buku No Concessions: The Life of Yap Thiam Hien susunan Daniel S. Lev, pengacara eksentrik ini menilai Rahmat sudah cukup pantas diampuni. "Saya ingin memastikan bahwa orang yang telah mengakui perbuatannya diberikan hak penuh di pengadilan," kata Yap.

Terbukti, pada lanjutan sidang, Yap bersama tim pembela Rahmat mati-matian meyakinkan hakim bahwa vonis mati berlebihan. Hasilnya, pada sidang 9 Mei 1985, hakim luluh. Rahmat 'hanya' divonis penjara 17 tahun.

Yap dalam kliping berita Kompas edisi 10 Mei 1985 tidak menyangka bisa menghindarkan Rahmat dari ganjaran bui terlalu lama. Itupun dia tidak mau membesar-besarkan jasanya.

"Cukup ringan, saya kira tadinya seumur hidup. Ini bukan karena kami hebat membela, tapi karena kemurahan Tuhan," kata Yap seusai sidang.

Rahmat yang sempat tak sudi dibela Yap akhirnya luluh. Setidaknya, di bukunya yang terbit pada 1999, dia mengakui tidak semua peranakan Tionghoa harus dibenci. "Ada keturunan China yang sudah menyatu dengan suka duka bangsa kita, seperti almarhum Dr Yap Thiam Hien, pembela saya dalam kasus peledakan BCA 1984," kata Rahmat.

Sumber : Merdeka.com Reporter : Ardyan Mohamad | Sabtu, 11 Oktober 2014 13:13

Sabtu, 06 Desember 2014

Nasehat 8 Miliarder Terkaya Dunia Biar Cepat Sukses

Pernahkan Anda merasa penasaran mengapa beberapa pengusaha hebat mampu mengumpulkan uang hingga menjadi miliarder terkaya di dunia? Bill Gates, Mark Zuckerberg dan Warren Buffett merupakan tiga di antara banyak pengusaha sukses yang mampu merajai jajaran orang terkaya di dunia.

Untungnya, para miliarder hebat ini tak pernah takut berbagi nasehat yang membuatnya sesukses sekarang. Berpikir beda dan mengabaikan omongan negatif orang lain merupakan salah satu trik agar dirinya bisa sukses dan kaya seperti sekarang.

Berikut nasehat 8 miliarder terkaya dunia agar cepat sukses seperti dikutip dari Business Insider, Sabtu (29/11/2014):


1. Bill Gates
Pendiri Microsoft ini menyatakan, peluang akan datang saat Anda berhasil memanfaatkan satu kesempatan bisnis. Artinya, pastikan Anda bekerja dengan baik dan mampu meraih berbagai peluang yang ada.




2. Carlos Slim Helu
Miliarder kedua terkaya di dunia ini menyarankan Anda untuk tidak hidup berdasarkan pendapat orang lain. Dia tidak mau hidup hanya menuruti saran orang lain.
Dalam menjalankan bisnis dan kehidupan pribadinya, Slim tak pernah memperdulikan omongan negatif orang lain.

 

3. Warren Buffett
CEO Berkshire Hathaway Warren Buffett mengatakan, jangan pernah selalu ingin instan. Jalani sebuah pekerjaan atau bisnis untuk mendapatkan anak tangga lain agar bisa berjalan lebih tinggi.





4. Bernard Arnault
Bos LVMH Group Bernard Arnault mengatakan dirinya tak pernah menunda pekerjaan yang harus dilakukan. Saat mendapatkan gagasan bisnis cemerlang, langsung lakukan dan jangan pernah menundanya.

 

5. Larry Ellison
Saat Anda berinovasi, bersiaplah menghadapi pernyataan orang lain yang mengatakan Anda sudah gila. Begitula bisnis menurut Miliarder Larry Ellison, di mana gagasan gila dan baru yang nyaris tidak mungkin harus tetap direalisasikan.

 

6. Mark Zuckerberg
Salah satu pengusaha termuda di dunia Mark Zuckerberg mengatakan, jika Anda ingin hasil yang terbaik, pastikan Anda selalu fokus menyelesaikan masalah terpenting lebih dulu.

 

7. Michael Dell
Saya tidak suka hanya melakukan hal yang saya suka. Saya suka melakukan hal-hal yang dapat mensukseskan perusahaan. Begitulah Michael Dell berbagi tips suksesnya, dia jarang melakukan hal-hal yang disukainya.

 

8. Donald Trump
Setiap kali berpikir, hasilkan pemikiran yang besar. Nasehat itu yang kini menjadikan Donald Trump sebagai salah satu pengusaha paling sukses di dunia

 

Malas Jadi Pegawai?

Berani Bisnis Script Web Reseller v1.8 dotcom membantu anda menghasilkan uang berlimpah dari internet

boodaq - FREE membership

boodaq.com